Dari tahun 2018, mengibarkan sangsaka merah putih di puncak merupakan suatu rutinitas, tapi tahun ini sepertinya harus dilepas.
Bukan karena tak cinta lagi, namun situasi yang tak mengizinkan untuk pergi. Cukup iri sih, melihat foto teman-teman yang tetap berhasil mempertahankan rutinitasnya, namun merayakan kemerdekaan di kota juga memberikan makna, seperti mendengar doa masyarakat, menyaksikan kebahagian orang lain, juga melihat berbagai masalah yang dihadapi bangsa ini, dan ternyata selama ini yang kulakukan hanyala lari dari masalah.Dengan entengnya pergi ke hutan, menikmati alam, dan bersikap seolah-olah sudah paling nasionalis.
Akupun sadar, bahwa merayakan kemerdekaan bukanlah tentang mengibarkan bendera di puncak tertinggi, namun tentang menyadarkan diri, sudah berbuat apa untuk Indonesia ini?
Yah..sayangnya aku baru sampai ditahap sadar, belum ditahap berbuat besar.
Jayalah Indonesia, Jayalah negeriku, doaku menyertaimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar