•eli·mi·na·si /éliminasi/ n 1 pengeluaran (seperti racun dari tubuh); penghilangan; 2 penyingkiran; pengasingan: Orang-orang yang berbahaya dari tengah masyarakat.
•ra·cun n 1 zat (gas) yang dapat menyebabkan sakit atau mati.Sesuai pengertiannya, untuk terus hidup, manusia tak bisa selalu bersama dengan racun.
Racun sendiri ada berbagai macam jenisnya, ada yang langsung dapat menyebabkan kematian, ada juga yang perlahan-lahan memberikan rasa sakit sampai pada akhirnya juga menyebabkan kematian. Racun juga tak hanya berbentuk zat/gas, dalam proses kehidupan kita akan menemukan berbagai jenis racun, salah satunya adalah manusia.
Manusia adalah racun yang memberikan rasa sakit secara perlahan, terus menerus, dan sulit untuk kita sadari. Kita hanya akan sadar bila sudah terlalu sakit, bila sudah mati, mati rasa.
Memang sulit untuk menyingkirkannya, Bagaimana mungkin bisa mudah, manusia yang kita sadar adalah "racun", biasanya adalah orang terdekat kita. Mereka seolah-olah selalu memberikan dukungan, mereka merasa adalah yang terbaik untuk dirimu agar kau bisa berkembang, padahal mereka sendirilah yang menahanmu untuk berkembang.
"Tidak boleh ini" , "tidak boleh itu",
saran dari mereka yang selalu kita dengarkan.
"Ayo ikut aku", "jangan takut, biasa saja", ajakan dari mereka yang selalu kita turuti.
Kita sadar bahwa semua itu salah, namun kita terlalu takut untuk tak mendengarkannya. Kita merasa takut kehilangan, takut ditinggalkan, takut nantinya akan sendirian. Kita terus menahan rasa sakit, sampai muak dan akhirnya baru berani melepaskannya.
Jadi, sampai kapan kita mau terus menahan rasa sakit? Sampai kapan kita mau berada dititik yang sama dan tak berkembang?
Untuk itulah kita harus melakukan eliminasi.
Jika kau rasa sudah terlalu sakit, jika kau rasa sudah tidak baik, tinggalkan saja. Dalam proses kehidupan tinggal dan meninggalkan adalah hal yang biasa. Sendirian juga tidak terlalu menyakitkan, dan tidak semua manusia adalah "racun", kau pasti akan atau bahkan sudah menemukannya.
Jika kau rasa sudah terlalu sakit, jika kau rasa sudah tidak baik, tinggalkan saja. Dalam proses kehidupan tinggal dan meninggalkan adalah hal yang biasa. Sendirian juga tidak terlalu menyakitkan, dan tidak semua manusia adalah "racun", kau pasti akan atau bahkan sudah menemukannya.
Apabila kau sudah menyelam terlalu dalam bersama racun itu. Kau tetap masih bisa kembali ke permukaan, kau masih bisa kembali menjadi lebih baik. Demi kebahagian, kata "terlambat" tidaklah berlaku.
Proses meninggalkan racun itu juga tak harus berakhir pada pertengkaran, kau bisa meninggalkannya dengan membatasi diri, dan jangan menyesal atas apa yang sudah kau lakukan, itu semua merupakan bagian dari pembelajaran. Jadi jangan pernah takut demi kebaikanmu sendiri, kita semua berhak bahagia.
Oh iya, hari ini umurku kembali bertambah, selamat untuk diriku, semoga selalu sadar untuk terus menjadi lebih baik.
Proses meninggalkan racun itu juga tak harus berakhir pada pertengkaran, kau bisa meninggalkannya dengan membatasi diri, dan jangan menyesal atas apa yang sudah kau lakukan, itu semua merupakan bagian dari pembelajaran. Jadi jangan pernah takut demi kebaikanmu sendiri, kita semua berhak bahagia.
Oh iya, hari ini umurku kembali bertambah, selamat untuk diriku, semoga selalu sadar untuk terus menjadi lebih baik.