ABU
Pada akhirnya kita tidak bersama. Ternyata raguku benar, kau tak benar-benar ada untukku.
Bolehkah aku menyalahkan Tuhan? Atas malangnya takdir ini.
Kenapa orang seistimewa dirimu hanya singgah? Tak bisakah kau menetap? Menjadi bunga, menghias dan jangan pernah membias.
Aku ingin selamanya kau ada, kau pun juga ingin selamanya aku ada, yang berbeda dari kita hanya rasa.
Mungkin rasaku padamu terlalu menggebu, hingga lupa kau menganggapku kelabu.
Bahagia ku pun lenyap, bahkan sebelum lengkap.
Sedihku kambuh, bahkan sebelum sembuh.
Aku, jadi hebat karenamu, dan
kamu, selalu hebat dimataku.
Tanpamu aku punah, dan tanpaku kau sempurna.
Meski bagimu aku terlihat abu, percayalah kau pernah mewarnaiku.
Dan warna darimu akan selalu ku rindu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar